Aniaya Preman Hingga Tewas, 7 Warga Satu Kampung di Malang Diamankan

Aniaya Preman Hingga Tewas, 7 Warga Satu Kampung di Malang Diamankan – Juari (43), meninggal dihakimi masyarakat yang tinggal satu kampung. Korban sampai kini diketahui senang membuat tingkah serta memeras masyarakat seputar. Bila berani melapor, Juari telah menyebar intimidasi.

“Korban sampai kini sering melakukan perbuatan tingkah serta kehadiran menggelisahkan masyarakat. Sering ikut memeras untuk beli minuman keras,” papar Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung pada wartawan di Mapolres Jalan Ahmad Yani, Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (3/12/2018).

7 Aktor sudah ditangkap Polres Malang. Mereka disangka kuat menjadi aktor yang menganiaya Juari sampai meninggal, Minggu (25/11/2018), pagi hari

Mereka Irul Arifin alias Doweh (19), Eko Wahyudi (27), Muhammad Rudik (31), Mat Sair (46), Abdul Kholik, Suhartono (40) serta Saduda Roini (37).

Beberapa aktor disangka tersulut amarah sampai tega main hakim sendiri. Awalannya 17 orang ditangkap polisi, termasuk juga kades ditempat. Sebab tidak cukuplah bukti, Kepala desa juga lolos dari jeratan hukum.

“Ada aktor lainnya yang masih tetap DPO, kami berharap selekasnya menyerahkan diri,” tegas Yade. Kapolres menuturkan, waktu peristiwa banyak masyarakat yang mendatangi rumah korban, banyaknya sampai beberapa puluh.

Akan tetapi dalam kontrol mendalam, cuma 7 aktor yang kuat menjadi aktor penganiayaan pada korban.

“Saat peristiwa yang hadir banyak, banyaknya sampai beberapa puluh, akan tetapi waktu kontrol tujuh orang kita tentukan menjadi terduga,” tandas Yade.

Saat meninggal dianiaya, Juari terhitung masih tetap 40 hari keluar dari instansi permasyarakatan. Juari meninggal mengenaskan di jalan desa. Kematiannya benar-benar ironis, ditambah lagi dilihat istri serta kerabat lainnya.

Beberapa aktor awalnya mendatangi rumah korban serta menggedor paksa pintu depan. Korban tengah tidur di ruangan tengah dijemput beberapa aktor sekaligus juga dianiaya.

Tidak senang aktor menyeret korban keluar rumah serta membawanya ke jalan kampung, Minggu (25/11/2018) pagi hari.

About admin