Bakamla RI Temukan 2 Kontainer Berisi Kayu Eboni Tanpa Dokumen yang Sah

Bakamla RI Temukan 2 Kontainer Berisi Kayu Eboni Tanpa Dokumen yang Sah – Team paduan Tubuh Keamanan Laut (Bakamla) RI serta Kementerian Lingkungan Hidup serta Kehutanan (KLHK) menyingkap pengiriman kayu eboni ilegal lewat Laut Jawa. Dikira, kayu eboni ilegal itu bakal dieksport ke luar negeri.

Pengungkapan pengiriman kayu eboni ilegal itu berasal dari kabar masyaraka ada penebangan kayu eboni tiada izin di daerah rimba negara di lokasi Sulawesi Tenggara. Warga yg terasa risau lantas memberikan laporan kecurigaannya ke Bakamla RI serta dilakukan tindakan oleh Team dari Direktorat Operasi Laut (Ditopsla) serta Unit Penyidikan Hukum (UPH) .

Team lantas menyambung ke KN Belut Laut-4806 Bakamla RI, di mana kapal patroli itu menemukan ada pengiriman kayu ilegal lewat Laut Jawa. Team patroli lantas mengerjakan pengecekan pada KM Meratus Minahasa di lokasi Laut Jawa pada koordinat 06052’143S ” – 112049’841 ” E.

” Berdasarkan info warga kayu eboni itu kebanyakan di kirim ke Surabaya memanfaatkan kapal kargo domestik sesudah itu bakal dieksport ke luar negeri. Warga terasa tidak-pas serta ajukan pertanyaan bagaimana kayu eboni yg asal usulnya tak jelas dapat di kirim ke luar negeri. Kabar dari warga harga satu kubik eboni di luar negeri dapat capai Rp 120 Juta perkubik, ” kata Kasubbag Humas Bakamla RI, Letkol Bakamla Mardiono, dalam info terdaftar, Kamis (21/3/2019) .

Menurut info dari Nakhoda KM Meratus Minahasa, Jaka Sutama, kapal yg berlayar dari Pantoloan, Sulawesi Tengah itu sedianya bakal ketujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur. Dalam kapal itu, petugas Bakamla RI menemukannya 2 container yg dikira berisi kayu eboni tiada ditambahkan dokumen yg resmi.

Selesai pencatatan, petugas lantas memberikan laporan peristiwa itu ke Markas Besar Bakamla RI di Jakarta. Laporan itu ikut udah ditindak lanjuti oleh Pimpinan Bakamla RI lewat Direktorat Operasi Laut (Ditopsla) serta Unit Penyidikan Hukum (UPH) dengan bekerjasama ke kantor Bea Cukai Tanjung Perak serta Kantor Balai Gakkum Kementerian LHK di Jakarta serta Surabaya, pada Rabu (6/3) .

Tetapi, 2 container yg dibawa KM Meratus itu belum juga bisa dikontrol berkat belum juga berubah menjadi kewenangan Bea Cukai. Mengingat pengirimannya antarpulau atau domestik. Lantas, menurut penyelarasan dengan petugas Balai Gakkum Kementerian LHK, di sepakati buat dilaksanakan buat dilakukan pengecekan kehadiran container yg dikira menampung kayu eboni itu ialah dalam hari Minggu (10/3) .

Sehabis dilaksanakan pengecekan kelanjutan, petugas selanjutnya menyegel 2 container yg dikira berisi kayu eboni tiada ditambahkan dokumen yg resmi itu. Sampai saat ini, ke dua container itu tetap disegel oleh penyidik Kementrian LHK serta idenya bakal dikontrol dalamnya pada kala yg udah ditetapkan.

About admin