DPRD Buat Tim Untuk Mempelajari Kasus Sang Bupati

DPRD Buat Tim Untuk Mempelajari Kasus Sang Bupati – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan membuat tiga tim utk memahami persoalan perzinahan Bupati Katingan Achmad Yan Tenglie dengan seseorang pegawai negeri Sipil di Dinas Kesehatan Katingan berinisial FY. Ketiga tim itu pada Kamis 12 Januari 2017, dapat bertolak ke Jawa utk laksanakan pengumpulan data.

Ketua DPRD Katingan Ignatius Mantir L. Nussa kala dihubungi, Rabu 11 Januari 2017, mengemukakan pekerjaan tim pertama merupakan studi persoalan mirip di Kabupaten Garut ialah langkah perlakuan persoalan asusila yg dilaksanakan eks bupati Aceng Fikri. Lantas, tim ke dua dapat bersua dengan Menteri Dalam Negeri serta tim paling akhir ke Mahkamah Agung.

” Ke dua tim ini tugasnya laksanakan konsultasi serta memohon arahan terhadap Kemendagri serta MA perihal perlakuan persoalan Bupati Katingan Yan Tenglie, ” kata Mantir.

Ia mengutarakan DPRD Katingan tdk pengin gegabah dalam memastikan persoalan perzinahan. Mantir risau andaikan putusan itu tdk pas serta tanpa ada kajian mendalam dapat mempunyai resiko memetik gugatan dari warga.

” Jangan sempat ketetapan yg kami ambillah malahan kedepannya digugat orang. Akan tetapi kami masih menganjurkan biar bupati legowo utk mengundurkan diri dari jabatannya, ” tegas Mantir.

DPRD Katingan, kata Mantir, dapat masih mencari jalan apakah bupatinya dapat diberhentikan sesuai sama keinginan masyararakat itu. Ia lantas menyerahkan semuanya terhadap anggota DPRD Katingan pengin bagaimana sambungan persoalan ini.

” Maka itu kelak ada masanya tiap tiap fraksi dapat mengatakan sikap dalam rapat Paripurna. Akhirnya kelak kita berikan ke MA, ” kata politikus PDIP itu.

Menyinggung hasil pertemuan DPRD Katingan dengan aparat yg dilaksanakan di Polda Kalimantan Tengah Selasa, 10 Januari 2017, ia menuturkan kehadiran beberapa anggota dewan itu dalam rencana utk mendengar sejauh mana persoalan ini jalan serta benarkah udah diputuskan sebagai tersangka. Hal tersebut disebabkan sejauh ini mereka cuma mendengar dari media masa saja.

” Menurut Direskrimum Polda Kal-teng, bupati benar-benar udah diputuskan sebagai tersangka. Bahkan juga kepolisian udah menyerahkan surat pemberitahuan di mulai penyidikan terhadap Kejaksaan Tinggi Kal-teng, ” jelasnya.

About admin