Festival Endhog-Endhogan Peringati Maulid Nabi di Banyuwangi Berlangsung Meriah

Festival Endhog-Endhogan Peringati Maulid Nabi di Banyuwangi Berlangsung Meriah – Festival Endhog-Endhogan yang diselenggarakan dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad di Banyuwangi berjalan meriah. Beberapa ribu kembang endhog diarak dari empat pelosok ke arah titik kumpul di muka Kantor Pemda Banyuwangi.

Kembang endhog terbuat dari endhog (telur) yang ditempatkan di tangkai-tangkai bambu yang dihias bunga kertas. Kembang endhog itu lalu dirangkai di judang atau wadah spesial untuk kembang endhog. Ada yang terbuat dari pelepah pisang, gabus dan lain-lain.

Tidak cuma kembang endhog, penduduk ikut membawa beberapa ratus ancak yang berisi makanan serta lauk, untuk disantap bersama dengan selesai peringatan Maulid Nabi Muhammad ala Banyuwangi ini.

Waktu kembang endhog diarak, masyarakat ikut membunyikan rebana dan menarikan tarian kuntulan.

Festival Endhog-Endhogan adalah sisi dari aktualisasi diri ciri khas kecintaan penduduk Banyuwangi pada Nabi Muhammad SAW. Perihal ini disampaikan Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widiyatmoko yang melepas acara ini.

“Kebiasaan endhog-endhogan ini adalah kebiasaan yang ciri khas Banyuwangi. Tidak ada dalam tempat lainnya. Ini ialah bentuk aktualisasi diri kecintaan masyarakat Banyuwangi pada Nabi Muhammad,” papar Yusuf pada wartawan, Selasa (20/11/2018).

Kembang endhog sendiri bukan semata-mata hiasan atau hiburan. Akan tetapi sarat dengan nilai-nilai filosofis. Hiasan bunga pada bambu sampai buah berupa telur mempunyai arti sendiri.

“Ini ialah visualisasi dari kelahiran Nabi Muhammad sebagai karunia buat semesta alam. Bambu yang tidak berbunga serta berbuah, dapat berbunga serta berbuah karena karunia Allah yang dikasihkan atas kelahiran Nabi Muhammad,” terangnya.

Lebih dari itu, lanjut Yusuf, yang penting dari peringatan Maulid Nabi itu ialah semangat untuk meneladaninya. “Jangan pernah kita semangat waktu pawai, tetapi lupa untuk meneladani apakah yang sudah Nabi Muhammad sampaikan,” ujarnya.

Serangkaian Festival Endhog-Endhogan ditutup dengan tausiyah maulid yang dikatakan oleh Ustad Andi Nur Hidayat sekaligus juga doa. Lalu ancak yang diarak dikonsumsi bersama dengan, sedang kembang endhognya diberikan ke seluruh pengunjung.

About admin