Ini Dia Kronologi Kematian Najaq, Badak Sumatra

Seperti yang diketahui, bahwa Badak Sumatra merupakan hewan yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia. Hal ini karena keberadaan hewan tersebut sudah sangat langka sehingga pemerintah sangat menjaga habitat hewan tersebut. Akan tetapi, dikabarkan bahwa ada seekor bada yang bernama Najaq yang mati.

Satu-satunya spesies badak sumatera di Kalimantan yang tertangkap secara fisik telah mati pada hari Selasa (5/4/2016) ini. Badak yang memiliki nama Najaq itu diyakini mati karena mengalami infeksi pada kakinya. Karena kematian badak subspesies Dicerorhinus sumatrensis harrissoni itu dapat ditelusur ke belakang ketika pertama kali si badak ditemukan.

Direktur Komunikasi dan Advokasi WWF Indonesia, Nyoman Iswarayoga, yang juga ikut aktif dalam pengelolaan habitat Najaq, mengatakan bahwa Najaq sudah punya sebuah luka sejak awal ia ditemukan.

“Ketika kami temukan melalui kamera jebak pertama kali bulan Oktober 2015 lalu, badak tersebut telah terjerat tali. Lantaran itu kita prioritaskan untuk ditangkap guna meningkatkan kesempatan hidupnya,” ujarnya. “Jadi paling tidak selama 5 bulan badak itu hidup dengan jerat tali,” kata Nyoman saat dikontak oleh  Kompas.com Selasa sore tadi.

About admin