KPU Istimewakan PD SBY Waktu Deklarasi Kampanye Damai

KPU Istimewakan PD SBY Waktu Deklarasi Kampanye Damai – KPU mengakui memberikannya keistimewakan terhadap Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) waktu deklarasi kampanye damai pada Minggu di Monas. Partai Demokrat (PD) menolak udah diistimewakan oleh KPU.

” Yg ngomong itu siapa? Pak Wahyu (Komisioner KPU) gak tahu dong bermakna. Harusnya Pak Wahyu lihat dong gak ada yg diistimewakan, ” kata Kepala Divisi Advokasi serta Dukungan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, Selasa (25/9/2018) malam.

Ferdinand menyampaikan dalam karnaval kampanye damai itu dianya bersama dengan SBY serta elite PD ada dirombongan paling akhir. Dia bersama dengan SBY terus diurutan sesuai dengan nomer urut partai bukan ada posisi ke-3 di belakang pasangan capres-cawapres nomer urut 01 serta 02.

” Pak SBY bukan di belakang rombongan capres-cawapres, salah itu. Malah rombongan Pak SBY itu dibagian belakang. Sehabis kami itu rombongan paling akhir ada rombongan PBB, tinggal dua buggy car sangat belakang. Mustahil kita di rombongan ke tiga itu, saya naik buggy car itu dengan Pak SBY, itu saja Pak Wahyu salah bila katakan diistimewakan tak ada itu, ” terangnya.

Ferdinand menyampaikan yg dikerjakan Projo bukan sekadar teriakan dua periode saja. Menurut dia, Projo udah lakukan tindakan tak yg dinilai dapat membahayakan SBY dan rombongan karnaval PD.

” Bagaimana itu namanya tak hasutan itu bila orang mendorong, berteriak. Bila mereka berteriak jauh dari kami gak soal tetapi dia mendorong, menyerobot mendekat kendaraan yg kami tumpangi, saya pengin turun itu pengin jam orang, tetapi di tahan bila gak ditahan bagaimana saya pukuli itu orang bagaimana muka demokrasi negeri ini, ” ujar Ferdinand.

Ferdinand menyampaikan yg dikerjakan SBY menentukan buat WO dari penyelenggaraan kampanye damai di Monas itu satu langkah yg pas buat memberi salam KPU. Lantaran, PD menilainya KPU udah tidak mematuhi ketetapan yg mereka bikin sendiri.

” SBY jelas udah memberikannya pendidikan politik memberi salam KPU melalui langkah yg pas. bagaimana bila tempo hari saya jam orang Projo yg meneriaki disana, apakah gak ricuh republik ini? KPU harusnya mengkoreksi dianya, Demokrat mengharap KPU mengoreksi diri sebab mereka tak dapat menegakan ketentuan yg mereka bikin, ” imbuhnya.

Ferdinand juga menyoalkan kehadiran Projo di acara itu. Menurut dia, menurut ketentuan yg dibikin oleh KPU tak diijinkan ada relawan simpatisan ke-2 pasangang di acara kampanye damai itu.

Menurut Ferdinand, PD cuma mohon KPU buat mengaku udah kerjakan kekeliruan sebab tak dapat menjalakan kampanye damai itu. Tidak hanya itu, KPU mesti memohon maaf ke seluruhnya rakyat Indonesia sebab udah tidak sukses mengadakan kampanye damai.

” Utamanya ngaku saja, kami (KPU) tidak sukses. Kami tak menuntut mereka mohon maaf ke Demokrat, mohon maaflah ke rakyat Indonesia sebab tidak sukses mengadakan kampanya damai, tak dapat menegakkan ketentuan yg dibikin, tak dapat mengatur relawan Jokowi. Janganlah mempersalahkan SBY, bila kita membuka semua bagaimana? Itu kampanye izin gak? Sibuk lagi, Bawaslu mesti tindak mereka, Jokowi mesti ditindak sebab itu pendukungnya. Mereka berani gak begitu, ” kata Ferdinand.

About admin