Manajemen Lion Air Langsung Memberikan Sangsi Terhadap Gabriel

Manajemen Lion Air Langsung Memberikan Sangsi Terhadap Gabriel – Pilot Lion Air, Arden Gabriel Sudarto (29), yg disangka kerjakan tindak penganiayaan pada karyawan La Lisa Hotel, Ainur Rofik (28), udah sah ditahan Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya.

Kepala Sektor Humas Polda Ja-tim Komisaris Besar Frans Barung Mangera menyampaikan Gabriel udah ditahan semenjak Rabu (8/5) malam. Dia ditahan selesai melakukan pengecekan Sat Rekrim Polrestabes Surabaya, sepanjang satu jam.

“Waktu 20.00 WIB malam ia ada, waktu 21.00 WIB malam kita kerjakan penerbitan surat perintah penahanan. Langsung kami tahan sehabis kami cek, satu jam saja cukuplah,” kata Barung kala dilakukan konfirmasi, Kamis (9/5).

Penahanan itu, kata Barung, dilaksanakan sehabis polisi menyimpan bukti yg cukuplah kuat. Bukti-bukti itu di antaranya rekaman camera pengawas (CCTV), info beberapa saksi ditambah pakar, serta hasil visum korban.

“Bukti dari CCTV, dari info visum et repertum, dari info saksi yg ada, saksi pakar pada akhirnya kami mengeluarkan surat perintah penahanan,” kata Barung.

Tidak hanya ketentuan obyektif, Barung menyebutkan ada juga ketentuan subyektif yg membuat Gabriel ditahan ialah kemampuan terduga melarikan diri.

“Subyektif karena terduga dikuatirkan melarikan diri, melenyapkan barang untuk bukti, serta ada impian publik ,” kata Barung.

Sekarang Gabriel lantas udah mendekam di Rutan Prestabes Surabaya. Dia disangkakan kasus penganiayaan, kasus 351 ayat (1) KUHP serta atau Kasus 335 KUHP, dengan bahaya 2 tahun 8 Bulan serta atau 1 tahun penjara.

Awalnya, pegawai Hotel La Lisa, Ainur Rofik (28) memberitahukan Arden yg disangka kerjakan penganiayaan, ke Polrestabes Surabaya.

Rofik sah memberitahukan pada Jumat (3/5) waktu 19.00 WIB selesai video penganiayaan itu viral di sosial media. Laporan di terima dengan nomer STTLP/B/440/V/Res.1.6/2019/SPKT/JATIM/RESTABESSBY.

Berkaitan penganiayaan yg dilaksanakan dan proses hukum yg ditempuh, Manajemen Lion Air langsung memberikan sangsi larangan terbang atau grounded pada Gabriel.

Diluar itu, pihak manajemen udah menjumpai manajemen hotel, korban serta keluarganya. Lion Air udah mengemukakan maaf atas peristiwa ini.

“Lion Air udah hendak memutuskan tidak memberikannya izin pekerjaan terbang (grounded) terhadap AG sampai proses penyidikan usai sesuai ketentuan perusahaan,” kata Humas Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam info terdaftar, Jumat (3/5).

About penulis77