Mendatangi Pasar Untuk Bahan Politik Ke-2 Capres -Cawapres

Mendatangi Pasar Untuk Bahan Politik Ke-2 Capres -Cawapres – Calon presiden petahana Joko Widodo serta calon wakil presiden nomer urut 02, Sandiaga Uno sama-sama ‘bersahutan’ bab harga-harga di pasar. Gosip bab harga kepentingan keseharian di pasar tengah berubah menjadi satu diantaranya gosip khusus di tahun politik ini.

Seperti didapati, Sandiaga kerapkali berkata bab situasi ekonomi di Indonesia. Ia kerapkali keluar masuk pasar buat perlihatkan harga-harga kepentingan yang mahal hingga membuat orang menjerit.

Sebagaimana pada Jumat (23/11) tempo hari, Sandiaga mendatangi Pasar Besar Kota Malang. Dia menyatakan memperoleh aduan harga sayur yang yang naik.

” Alhamdulilah keadaan pasar ramai. Namun pedagang katakan kalau beberapa barang harga nya naik, ialah buncis serta wortel, ” kata Sandiaga selesai melihat ulang keadaan Pasar Besar Kota Malang.

Dijelaskan Sandi, kenaikan buncis serta wortel seperti diungkapkan banyak pedagang sekitar pada angka 20-30 prosen.

” Yang awal mulanya seharga Rp 10 ribu jadi 15 ribu per kilo. Ada yang dari Rp 10 naik jadi Rp 12 ribu per kilonya. Saya lihat butuh serta pekerjaan pemerintah buat harga-harga terjangkau, ” ujarnya.

Sandiaga ikut menjumpai pedagang tempe. Dari pedagang itu, Calon wakil presiden Prabowo Subianto itu memperoleh info bila harga tempe ikut dikit naik dibanding hari awal mulanya.

” Dikit mahal tidak problem, sebab ini (tempe) menyehatkan, ” kata Sandiaga.
Gosip harga sayur serta kepentingan inti di pasar dimaksud jadikan ‘gorengan’ politik mendekati Pemilihan presiden 2019. Sandiaga menyebutkan keadaan sesuai itu ialah realita yang berada pada lapangan.

” Saya tidak ingin tanggapi sebab yang narasi bab sembako itu bukan kami, tetapi kan dari ibu-ibu yang ngomong, yang bicara sesuai itu. Serta barusan jika lihat Facebook Live saya di even kami di Wonosobo, saya bertanya ke mereka ‘ibu-ibu katakan sembako mahal itu sebab ada saya apakah ibu merasakan’? Memang sembako mahal, ” kata Sandiaga, Senin (19/11) .

” Ini ialah cerita, cerita yang penting kami perhatikan jadi inspirasi. Serta kami mesti datang jadi calon pemimpin dengan pemecahan, bukan dengan merintih, sebab ini memang tahun politik serta ini ialah siklusnya politisi ramai, ” sambungnya.

Jokowi memang pernah mengatakan harga sembako jadikan ‘gorengan’ politik. Walau sebenarnya menurut dia dia sungguh-sungguh mengawasi stabilitas harga di pasar.

” Susah ikut kita, jika telah masuk ke beberapa tahun politik, apa-pun ‘digoreng’. Harga sembako ‘digoreng’. Sarapan pagi saya ialah angka-angka. Harga beras, harga cabai, harga daging, harga sayur, semua pagi tentunya masuk ke meja saya, ” papar Jokowi, Senin (19/11) .

Jika harga naik dikit, Rp 100 perak saja, tentunya detik itu ikut saya dapat telpon Kepala Bulog, dapat saya telpon Menteri Perdagangan, saya telpon Menteri Pertanian. Berhati-hati, mesti ada operasi pasar buat menguasai ini, ” imbuhnya.

Seolah tidak pengin kalah dengan Sandiaga, Jokowi ikut seringkali mendatangi pasar buat melihat ulang harga-harga di pasar. Sekian kali ia ikut lakukan counter atas pengakuan Sandiaga, termasuk juga bab harga tempe.

Seperti ini hari, Jokowi mendatangi Pasar Gintung Tanjung Karang, Bandar Lampung. Dia memaparkan harga sayur mayur yang harga nya murah. Menurut Jokowi, harga tempe cuma Rp 3 ribu per papan, hingga dia memborongnya sampai beli Rp 100 ribu.

” Cabai tambah murah, tempe juga. Tempe cuma Rp 3. 000, saya tidak tahu, tetapi tempe tambah murah di Lampung. Sayur, bayam atau kangkung, ikat itu Rp 2. 500, di sini Rp 1. 500 sama Rp 2. 000. Ada yang Rp 1. 000, Rp 1. 500, ada yang Rp 2. 000. Tidak tahu, di sini tambah murah, ” ujar Jokowi.

Jokowi juga ceritakan pengalamannya belanja di Pasar Gintung Tanjung Karang barusan pagi. Harga-harga di area itu disebutnya konstan.

” Barusan saya beli cabai Rp 23. 000. Saya beli 1 kilo-gram, nyata-nyatanya itu satu tas kresek gede sekali. Ini beli, habis berapakah bulan. Yang naik daging ayam dari Rp 28. 000 jadi Rp 32. 000, biasa namanya harga ada yang naik serta turun, tetapi dengan cara rata-rata konstan, ” kata Jokowi.

Lalu Jokowi mengkritik beberapa pihak yang kerapkali mengulas harga-harga mahal di pasar, walau sebenarnya belumlah pasti sempat ada langsung. Dia mengharap jangan sampai ada yang menakut-nakuti penduduk dengan gosip harga mahal di pasar tradisionil.

Orang tidak sempat ke pasar, nongol-nongol ke pasar, keluarnya ngomong mahal. Tidak sempat ke pasar. Tidak mungkin orang superkaya ada tahu-tahu ada ke pasar, tidak mungkinlah. Ada ke pasar, tidak beli apa-apa, cocok keluar katakan mahal, mahal, mahal. Haduuh. . . , ” tutur Jokowi waktu memberi pedoman di muka TKD Jokowi-Ma’ruf di Graha Wangsa, Bandar Lampung, Sabtu (24/11) .

About admin