Nirwono Rekomendasikan Biar Pemprov DKI Jakarta Tidak Memakai Tubuh Jalan

Nirwono Rekomendasikan Biar Pemprov DKI Jakarta Tidak Memakai Tubuh Jalan – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal mulai merevitalisasi trotoar di area elite Kemang, Jakarta Selatan. Trotoar yg bakal direvitalasasi membentang kira-kira 7,5 km dimulai dengan Jalan Kemang Raya sampai Jalan Kemang I.

Berbarengan dengan ide untuk membuat Kemang jadi area ramah pejalan kaki, Anies juga batasi pemanfaatan kendaraan pribadi roda empat. Kendaraan pribadi yg diizinkan masuk daerah Kemang cuma punya masyarakat ditempat.

Untuk membuka daerah Kemang, Pemerintah Propinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal siapkan kantung-kantung parkir serta bus shuttle yg bekerja di kira-kira Kemang.

Ide kebijaksanaan Anies itu bukan tidak dengan masukan. Pengamat Tata Kota dari Kampus Trisakti Nirwono Joga menanyakan ide itu. Dikarenakan penentuan kendaraan serta revitalisasi trotoar di Kemang selayaknya belum berubah menjadi prioritas Pemprov DKI Jakarta.

Nirwono memandang Pemprov DKI tambah lebih baik mengedepankan pengaturan trotoar yg terkoneksi dengan stasiun MRT (Mass Rapid Transit) serta LRT (Light Rail Transit) yg udah bekerja.

“Kenapa tidak merapikan trotoar yg menyambungkan antar stasiun MRT, LRT, KRL, terminal atau halte bus dalam usaha memberi dukungan peningkatan transportasi massal yg tengah digalakkan? Malahan ini lebih prioritas,” papar Nirwono waktu dihubungi.

Nirwono memandang pengaturan trotoar yg terkoneksi dengan tempat transportasi umum dapat memberi dukungan gerakan penumpang pada transportasi massal di DKI Jakarta. Pengaturan itu yg saat ini sebenarnya jauh diperlukan bila ingin memberi dukungan transportasi massal ragam MRT serta LRT yg waktu ini jadi ‘primadona’ baru masyarakat.

“Apa urgensinya pengaturan trotoar Kemang buat pembangunan kota Jakarta dibanding kepentingan pengaturan trotoar yg memberi dukungan peningkatan transportasi massal?” kata Nirwono.

Gak Punyai Ide Besar

Nirwono menyampaikan salah arah prioritas pembangunan ini kemungkinan besar sebab Pemprov DKI Jakarta tidak mempunyai Ide Induk Pejalan Kaki, Ide Induk Aliran Air Kota, serta Ide Induk Jaringan.

“Adanya ide induk pekerjaan, pembangunan terutama trotoar bisa lebih terukur, terencana, masak, mempunyai prioritas yang pasti, serta terintegrasi,” kata Nirwono.

Kehadiran ide besar ini, buat Nirwono bakal membuat pembangunan lebih terukur serta jelas. Nirwono lantas merekomendasikan revitalisasi trotoar dijalankan sekaligus juga dengan rehabilitasi aliran air dibawah trotoar, hingga pembangunan tidak dijalankan satu demi satu.

“Revitalisasi trotoar mesti dibarengi dengan rehabilitasi aliran air dibawah trotoar hingga kelihatan rapi serta tak ada lagi pekerjaan bongkar-pasang trotoar kedepannya,” papar Nirwono

Nirwono menyampaikan dalam Ide Tata Area Daerah serta Ide Detil Tata Area Pemprov DKI Jakarta 2030, area Kemang diproyeksikan bakal ditingkatkan jadi area rumah sekaligus juga wisata.

Nirwono merekomendasikan biar Pemprov DKI Jakarta tidak memakai tubuh jalan disaat membentangkan trotoar. Pemprov diminta untuk meminjam tempat kavling yg ada pada pinggir jalan.

“Kelak pemilik tempat memperoleh kemudahan pembubaran PBB seluas tempat yg terpakai, kemudahan perizinan buat pemilik usaha, dan kemudahan pembayaran listrik serta air bersih,” papar Nirwono.

Karena itu Nirwono mengatakan satu kali lagi ide revitalisasi trotoar di area Kemang waktu ini belum pas. Pemprov mesti lebih dahulu memiliki rencana pengaturan Kemang lewat cara holistik. Pemprov lantas mesti pikirkan pengaturan pemukiman sampai arus jalan raya di area Kemang serta sekelilingnya.

“Butuh dijalankan saat ini terkait ide pengaturan serta peruntukan antara pemukiman masyarakat dengan ide peningkatan arah area wisata. Jadi tidak mendadak pengen merapikan trotoarnya saja selanjutnya pengen batasi kendaraan lain,” kata Nirwono.

About penulis77