Penggandaan Serta Pengedaran VCD Bajakan Dengan Omset 500 VCD Tiap Bulan Di Bongkar Polisi

Penggandaan Serta Pengedaran VCD Bajakan Dengan Omset 500 VCD Tiap Bulan Di Bongkar Polisi – Direktorat Reserse Kejahatan Privat Kepolisian Daerah Riau menangkap pemeran penggandaan serta peredaran VCD bajakan. Polisi mengambil barang untuk bukti lebih dari 2. 461 keping VCD bajakan di beberapa area.

” Penggandaan VCD dengan cara ilegal menjadi perbuatan melawan hukum serta merugikan banyak pihak, ” kata Kepala Sektor Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, seperti diberitakan Pada, Senin (29/1) .

Guntur menuturkan pengungkapan persoalan penggandaan serta peredaran VCD bajakan menjadi hasil tindak lanjut dari pengaduan beberapa label rekaman lokal beberapa saat lalu. Personel yg terdiri dalam Sub Direktorat I Direskrimsus Polda Riau sesudah itu laksanakan penyelidikan serta sukses mengantongi beberapa nama.

Operasi pertama mengarah ke satu buah area penyimpanan serta peredaran VCD bajakan di Senapelan Kota Pekanbaru. Di area itu, ia menyampaikan polisi menangkap seseorang tersangka berinisial AM (40) . Hasil pengembangan di area pertama, tim menyambung operasi ke daerah Mandau, Kabupaten Bengkalis.

” Di Mandau, kita menangkap JF, 38 th.. Dia menjadi pemeran penggandaan VCD bajakan dengan omzet meraih 1. 500 VCD bajakan tiap tiap bln., ” pungkasnya.

Dari pengungkapan itu, ia menyampaikan penyidik merasa bahwa aliran perbuatan penggandaan serta peredaran VCD bajakan meraih sampai ke Jakarta, pasnya di pasar Glodok.

Karena itu, ia memaparkan pihaknya bakal bekerjasama dengan Polda Metro Jaya faedah menyingkap persoalan itu dengan cara komprehensif.

Tidak hanya mengambil beberapa ribu VCD bajakan, polisi ikut mengambil seperangkat pc juga alat pengganda VCD bajakan. Ke dua tersangka terancam dengan Pasal 117 ayat 2 serta 3 Undang-Undang Republik Indonesia no 28 th. 2014 perihal hak cipta.

” Ancaman hukuman 10 th. penjara serta pidana denda maximum Rp 4 miliar, ” pungkasnya.

Disamping itu, dua penyanyi lokal, Andra Respati serta Elsa Pitaloka yg jadi korban pembajakan mengapresiasi langkah Polda Riau. Andra, penyanyi lagu daerah unik Minang yg berkarir di Riau serta Sumbar mengakui perbuatan pembajakan membatasi kreatifitas mereka.

” Perbuatan pembajakan terang merugikan buat saya serta seniman segalanya. Perumpamaannya yg selayaknya 1 tahun kami dapat punyai empat album, saat ini cuma dua album. Kita harapkan hentikan pembajakan buat majunya lagu daerah serta nasional, ” pungkasnya.

About admin