Petani Di Sulsel Jalani Bisnis Narkoba

Petani Di Sulsel Jalani Bisnis Narkoba – BNN RI ungkap masalah usaha narkoba yg dikerjakan petani di Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan keseluruhan asset Rp 16 miliar. Sesudah pelacakan, disangka terduga pun punyai mobil modern type Ferrari.

“Sesaat masih kita mencari (Ferrari),” kata Direktur TPPU BNN RI Brigjen Pol Bahagia Dachi di Makassar, Sulsel, Kamis (18/7/2019).

Ia menjelaskan, teamnya bergerak buat cari tahu terkait kendaraan Ferrari yg nilainya dapat capai milaran Rupiah itu.

“Belum mengetahui, sedang dijelajahi kebenaran informasi ini,” ucapnya.

Ke-2 terduga yg sudah ditangkap oleh faksi BNN merupakan Agus Sulo serta Sukur. Masalah ini, kata Dachi dimulai sesudah faksi aparat tangkap Fachri Rajman Jafar alias Tyson masyarakat Sidrao di Kalimantan Utara pada 20 September 2018 saat lalu.

“Awal pengungkapan ini dari terduga Fachri yg diamankan di Kalimantan Utara sebagai jaringan Agus Sulo terduga TPPU,” ucapnya.

“Waktu diamankan diketemukan tanda untuk bukti 10 kg punya Agus Sulo,” timpalnya.

Menariknya, meskipun sudah dapat dibuktikan bawa barang haram dalam jumlahnya yg besar, faksi PN Kalimantan Utara cuma memvonis Fachri dengan 10 bulan penjara.

“Namun yg diganjar hukuman cuma Fachri 10 bulan, dan Agus Sulo belum diolah,” pungkasnya.

Awal mulanya, petani asal Sulsel yg menyambi jadi bandar narkoba serta punyai asset Rp 16 M.

“Ada pula tanah, sawah, rumah, mobil modern, pabrik rack telur, dan sebagainya. Keseluruhan nilainya ada lebih kurang Rp 16 M,” kata Dachi.

Buat menipu masyarakat, kata Dachi, terduga dirikan pabrik rack telur dengan estimasi penghasilan sebesar Rp 40 juta per bulan.

Tersebut daftar asset ke-2 petani beras yg nyambi jadi bandar narkoba ini:

1. 1 Unit Mobil Mini Cooper 2017
2. 1 Unit Mobil Lexus NX300H AT Hybrid
3. 1 Pabrik Rack Telur di Kabupaten Sidrap dengan nilai Rp 3 M.
4. 1 Sektor tanah serta bangunan seluas 165 mtr. persegi di harga Rp 2 M.
5. 1 Sektor sawah seluas 13.273 mtr. persegi dengan nilai Rp 600 juta
6. 1 Sektor sawah seluas 17.200 mtr. persegi dengan nilai Rp 800 juta
7. 1 Sektor sawah seluas 11.820 mtr. persegi dengan nilai Rp 500 juta
8.1 sektor tanah serta bangunan sejumlah Rp 1 M
9. 1 Unit Honda Civic
10. 1 Unit Honda HRV
11. 2 Unit pemotong padi sejumlah Rp 500 juta.

About penulis77