Sandiaga Dan Politik Safarinya

Sandiaga Dan Politik Safarinya – Calon wakil presiden Sandiaga Uno bersua dengan beberapa perajin perlengkapan rumah tangga Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur. Beberapa ibu-ibu juga berebutan salaman, swafoto serta mau ada di dekat eks Wakil gubernur DKI Jakarta itu.

Waktu tinjau area, Sandiaga sudah sempat coba membuat dandang dari stainless steel. Coba membuat lekukan serta memotong didampingi perajin.

Nyata-nyatanya susah, tidak mudah buat lekukan serta membuat garis lurus,” kata Sandiaga dalam info tercatat di terima, di Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Mulai sejak 1970-an, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi diketahui menjadi utama kerajinan perlengkapan dapur. Saat ini telah ada 34 perajin alat dapur rumahan di sini dengan banyaknya tenaga kerja lima ratus orang.

Saat ini sistemnya telah pesanan, serta di jual ke seluruhnya Indonesia. Tidak sekedar dandang serta wajan. Waktu ini beberapa perajin ikut membuat bermacam peralatan di mulai dari oven kue, panci, gelas, serta cetakan kue.

Sandiaga menjelaskan, bersama-sama Prabowo Subianto akan konsentrasi pada ekonomi, utamanya penciptaan serta penyediaan lapangan kerja ikut harga-harga kepentingan inti yang konstan dan dapat dijangkau.

“Jadi kami akan serap masukan dari perajin alat-alat rumah tangga Kalibaru Banyuwangi. Insyaallah apabila dipilih, kami akan menggerakkan ekonomi rakyat,” kata Sandiaga.

Perhatian Privat ke UMKM
Tidak hanya itu, Sandiaga akan memberi perhatian privat pada UMKM, salah satunya perajin alat rumah tangga ini, dengan Pergerakan Ekonomi Rakyat (Gerak) OK OCE.

Pada saat itu, Sandiaga ikut memberi animo pada pemerintahan kabupaten Banyuwangi yang memberi support pada UMKM pengrajin rumah tangga ini dengan mengadakan Festival Dandang Sewu.

“Kita layak animo apakah yang dijalankan Pemkab Banyuwangi, mengadakan festival Dandang Sewu untuk mengairahkan serta menggerakkan ekonomi UMKM,” kata Sandiaga.

Selain itu, salah satunya perajin bernama Waskita menyalahkan naik turunnya pelat stainless steel. Bukan sekedar itu mereka ikut meminta ada kontrol mutu.

“Cuman harga pelat yang turun naik Pak. Kami ikut terkadang mendapat mutu yang tidaklah terlalu baik. Ada sekian banyak gulungan plat yang nyata-nyatanya simpel karat, serta yang tertinggi itu ya harga listrik yang naik. Membuat harga produksi jadi rada tinggi,” kata Waskita.

About admin