Sebanyak 137.284 Batang Rokok Ilegal di Blitar Disita Bea Cukai

Sebanyak 137.284 Batang Rokok Ilegal di Blitar Disita Bea Cukai – Sekitar 137.284 batang rokok ilegal di lokasi Kabupaten Blitar, diambil alih. Kantor Pengawasan serta Service Bea serta Cukai (KPPBC) Type Madya Pabean C Blitar mengambil alih rokok tidak berpita cukai itu sampai Rp 98,1 juta.

Rokok ilegal sekitar itu didapat dari razia pasar yang diselenggarakan dari tanggal 21-25 Februari 2019 ini. Pada tanggal 21-22 Februari, razia dikerjakan di tiga pasar tradisionil. Yaitu di pasar Kecamatan Kanigoro, Selopuro serta Kademangan.

“Dari tiga lokasi itu, petugas mengambil alih 66.916 batang rokok ilegal yang nilainya sampai Rp 47,8 juta. Nilai kerugian negara dari peredaran rokok ilegal yang diambil alih itu seputar Rp 24,7 juta,” kata Kepala Seksi Kepatuhan Internal serta Penyuluhan KPPBC Type Madya Pabean C Blitar, Hendro Trisulo pada wartawan di kantornya Jalan Sudanco Supriyadi Kota Blitar, Rabu (27/2/2019).

Lalu pada 25 Februari 2019, lanjut ia, petugas kembali mengambil alih beberapa rokok ilegal di pasar tradisionil di Kecamatan Bakung serta Kademangan. Di dua pasar itu, petugas mengambil alih sekitar 70.368 batang rokok ilegal dengan nilai seputar Rp 50,3 juta. Sedang nilai kerugian negara dari beberapa rokok ilegal yang diambil alih itu sampai Rp 26 juta.

“Keseluruhan ada sekitar 137.284 batang rokok ilegal yang kami sita saat mengadakan operasi pasar awal tahun ini. Rata-rata rokok ilegal yang kami sita tidak bercukai atau polos,” paparnya.

Menurut Hendro, rokok yang dipasok di lokasi pinggir Blitar ini berasal di luar kota. Hendro sendiri mengaku bila, lokasi pinggir Blitar kota atau kabupaten, Trenggalek serta Tulungagung yang masuk lokasi hukumnya, jadi lokasi yang punya potensi tinggi pada peredaran rokok ilegal ini.

“Ini dibuktikan jumlahnya penegakan hukum yang kami kerjakan saat tahun 2018 tempo hari, banyaknya pun tinggi,” pungkasnya.

Data yang dikumpulkan, pada tahun 2018 lali KPPBC Type Madya Pabean C Blitar mengambil alih seputar 3,9 juta batang rokok ilegal. Diluar itu, petugas pun mengambil alih 254 botol cairan rokok elektrik (vape) serta 7.476 botol minuman keras dengan kandungan alkohol diatas 5 % tiada pita cukai. Keseluruhan nilai kerugian negara dari penyitaan beberapa barang itu sampai Rp 1,45 miliar.

About admin