Seorang Pria Bunuh Diri Setelah Membunuh Istrinya Sendiri

Seorang Pria Bunuh Diri Setelah Membunuh Istrinya Sendiri – Momen sadis menggemparkan warga Desa Larantarung, Blok Ombe, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, Jumat (6/10/2017) . Pasalnya, Dupendi (35) membunuh istrinya, Daliri (30) , dengan sadis dengan memakai sebilah kapak.

Sesudah menghabisi nyawa Daliri dengan beberapa luka bacok di leher serta kepala, kira-kira jam 08. 30 WIB, Dupendi coba bunuh diri dengan kapak itu.

Dia membacok kepala serta lehernya sendiri. Terdapat tujuh luka bacokan di kepala belakang, dua di leher kiri, serta dua luka bacok di leher kanan Dupendi. Tetapi, Dupendi tidak tewas. Nyawa pemeran dapat diselamatkan serta dibawa ke RSUD Indramayu.

Info yang didapat menuturkan, tindakan sadis Dupendi disaksikan oleh empat warga Desa Lamarantarung, Daruni, Kasdum, Katem serta Sartam. Dua saksi, Daruni serta Kasdum, menyaksikan Dupendi membacok kepalanya sendiri memakai kapak. Sedang Daliri sebagai istri tersangka, tergeletak di tanah bersimbah darah.

Daruni lantas memberitahu momen itu ke Dedi, adik korban Daliri. Sesaat Kasdum melapor ke aparat desa setempat. Sedang saksi Katem serta Sartam membantu Dupendi.

“Saya menyaksikan Dupendi membacok kepala serta lehernya sendiri memakai kapak. Lantas saya pergi ke tempat tinggal Dedi (adik korban Daliri) . Saat saya kembali, Dupendi telah telungkup di tanah serta darah menetes dari lukanya, ” kata Daruni.

Dedi, adik korban Daliri menuturkan, sementara momen itu berlangsung, dia tengah ada dirumah. Lalu datang Daruni memberitahu kalau kakaknya (Daliri) berkelahi dengan suaminya. Memperoleh berita itu, Dedi bergegas ke tempat peristiwa.

“Saat tiba di TKP, saya menyaksikan kakak saya telah dalam situasi wafat dunia dengan luka bacokan di leher. Sedang pemeran (Dupendi) dalam tempat tertelungkup di tanah serta masihlah hidup dengan luka di leher, ” ungkap Dedi.

Menurut Dedi, pada Daliri serta Dupendi memanglah kerapkali berkelahi. Sekarang ini, status hubungan korban dengan Dupendi masihlah suami istri, tetapi sistem perceraian. Karenanya, Daliri serta Dupendi pisahlah tempat tinggal.

Korban Daliri tinggal di Blok Ombe RT 25/09, Desa Lamarantarung, Kecamatan Cantigi, sesaat pemeran Dupendi tinggal di Blok Waledan RT 25/09, Desa Lamarantarung. “Mereka kerapkali berkelahi, namun saya tidak paham apa penyebabnya pertikaian itu, ” kata Dedi.

Selanjutnya aparat Desa Lamarantarung melapor ke Polsek Cantigi. Selang beberapa saat, Kasat Reskrim AKP Dadang Sudiantoro serta Unit Inafis Polres Indramayu tiba di tempat peristiwa.

Tetapi sayang, tempat peristiwa perkara (TKP) telah tidak utuh. Ceceran darah sudah tertutupi tanah oleh warga. Korban telah dipindahkan dari tempat awal dengan situasi wafat dunia serta tertutupi kain.

Sedang pemeran Dupendi sudah dibawa ke RSUD Indramayu. “Petugas temukan sebilah kapak yang tergeletak di tanah berjarak kira-kira 10 mtr. dari Dupendi yang terluka. Terkecuali kapak, petugas juga mengamankan sepeda motor korban serta pemeran dari tempat peristiwa, ” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus.

About