Tangis Keluarga Korban Pesawat Jatuh Di Papua

Tangis Keluarga Korban Pesawat Jatuh Di Papua – Jenazah Jamaluddin korban pesawat jatuh di Gunung Menuk, Kabupaten Pegunungan Bintang, Oksibil Papua, Sabtu 11 Agustus tempo hari, datang didalam rumah duka di Jalan Tawalla, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Makassar.

Jenazah diterima tangis penuh haru oleh keluarganya waktu peti jenazah di turunkan dari mobil ambulance. Bahkan juga ada keluarganya yang pinsan dikerumunan masyarakat yang membajiri rumah duka.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono juga ikut ada didalam rumah duka serta turut mengusung jenazah Jamaluddin waktu di turunkan dari mobil ambulance Partai Perindo.

Jenazah datang seputar 20.00 Wita malam hari ini Selasa (14/8/2018). Lalu diangkat ke rumah saudaranya yaitu Hj Daeng Bollo untuk dipertunjukkan ke keluarga yang lainnya sebelum di makamkan.

Kemudian jenazah lalu langsung dimakamkan selesai disemayamkan didalam rumah saudaranya beberapa waktu. Lantas kembali diangkat menuju pemakaman Pattunuang Makassar seputar jam 20.30 Wita.

Jenazah Jamaluddin datang di Makassar diantar oleh istrinya Diana Jamaluddin bersama dengan putrinya Nurul Amalia memakai pesawat dari Papua.

Jamaluddin merupakan penumpang pesawat type Caravana Dimonim Air PK-HVQ/ bersama dengan anaknya Junaidi yang selamat dalam kecelakaan itu. Kedua-duanya korban dari sembilan penumpang serta awak pesawat yang jatuh di pegunungan Papua.

Didapati Okezone di sela-sela rumah duka, Istri Jamaluddin, Diana menyampaikan suaminya turut dalam penerbangan bersama dengan anak ketiganya yang bernama Jumaidil.

Disebutkan Diana waktu pesawat diketemukan oleh Team SAR kombinasi suaminya telah wafat. Sesaat anaknya Jumaidil mujur masih tetap dapat selamat.

“Saya juga tidak sudah sempat lihat anak saya. Karna jika saya ke rumah sakit Bhayangkara tidak sudah sempat lagi. Karena saya urus penerbangan pesawat jenazah suamiku ke Makassar. Saya belum pernah lihat anakku. Saya baru 1x bertemu anak saya waktu diketemukan. Ituji telah,” kata Diana daat didapati Okezone

Sekarang ini bocah Jumaidil masih tetap melakukan perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura. Akan tetapi Diana mengakui anaknya Jumaidil alami luka pendarahan dibagian perut dan luka robek dibagian lengannya.

“Lukanya di perutnya telah di operasi karena ada darahnya membeku. Tangannya robek. Telah dirawat di rumah sakit. Jumaidil anak saya ini anak ke 3 dari 3 bersaudara,” papar Diana

Diana mengakui suaminya waktu itu naik pesawat dari Bopen menuju ke Oksibil gagasan ingin berbelanja bahan bangunan tetapi barangnya belumlah ada.

Akan tetapi suminya tidak memberitahu tentang pemberangkatan itu ke Diana bila akan pergi ke Oksibil beli barang bahan bangunan.

“Itu hari saya jualan lantas saya ditelepon katakan ingin pergi hari Senin ingin pergi. Tau-taunya dia naik (pergi) hari Sabtu. Tetapi hari Sabtu itu dia tidak telpon saya. Saya tidak tau saat itu dia (Jamaluddin) pergi,” papar Diana.

Bahkan juga Diana mengakui sudah sempat lihat pesawat yang ditumpangi suaminya bersama dengan anaknya itu sebelum dilaporkan jatuh.

“Karena itu itu orang balusu saya dikasi tau. Sudah sempat itu hari sore saya lihat itu pesawat saya tunjuk ada pesawat. Saya lihat mengapa pesawat dapat masuk ke kabut. Tidak ada nada langsung jatuh,” papar Diana.

Waktu pesawat dilaporkan jatuh serta diketemukan oleh Team SAR pihak keluarga belumlah memberitahu ke Diana jika suami serta anaknya jadi korban.

Bahkan juga waktu suaminya diketemukan wafat di tempat jatuhnya pesawat, pihak keluarga belumlah mengemukakan dengan argumen menanti waktu yang pas.

“Saya tidak dikasitau sama keluarga. Saya dikasitau sama beberapa orang semua. Saya disini (Makassar) mungkin saja sampai satu minggu kemudian saya kembali ke Jayapura. Saya urus dahulu pemakaman suami,” papar Dia.

“Saya juga mendapatkan sumbangan dari gubernur itu ada 10 Juta, kepolisian Oksibil. Layanan raharja telah saya mengambil serta sesaat saya urus. Jika pihak maskapai kami juga menanti,” lanjut Diana.

About admin